Memahami Struktur Halaman Website yang Optimal untuk SEO (Infografis)

Bagaimana Google menentukan urutan website yang ditampilkan atau diranking di hasil pencariannya? Ada lebih dari 200 faktor!

Salah satu bagian terpenting adalah on-page optimization, yaitu membuat struktur halaman website kita yang disukai Google. Quicksprout membuat sebuah infografis menarik dan mudah dipahami mengenai on-page optimization.

Lihat infografisnya yuk!

3 Cara Memanfaatkan Content Marketing untuk Bisnis: Review 1st Jakarta Content Marketing Meetup

Hari Rabu, 19 November 2014 kemarin, saya hadir di Jakarta Content Meetup yang pertama, diadakan oleh startup GetCraft.

Seperti namanya, meetup ini memang spesifik membahas seputar content marketing. Apa itu content marketing?

Content marketing is a marketing technique of creating and distributing valuable, relevant and consistent content to attract and acquire a clearly defined audience – with the objective of driving profitable customer action. – Content Marketing Institue

Content Marketing Meetup

Meetup pertama ini menghadirkan tiga orang pembicara yang sharing bagaimana cara mereka memanfaatkan content marketing di startup maupun bisnis mereka masing-masing.

Pertama adalah Yukka Harlanda, CEO of Bro.do. Brodo adalah startup e-commerce yang memproduksi sekaligus menjual brand footwear khusus pria asal bandung.

Juga ada Cara Mayega, Group Integrated Marketing Content & Connections Manager (Head of IMC) Coca-Cola Indonesia. Ia menceritakan bagaimana terjadinya penciptaan dan distribusi content yang terjadi dalam timnya di Coca Cola Indonesia.

Pembicara terakhir adalah Denny Santoso, Founder of DuniaFitnes, seorang serial entrepreneur yang amat sangat memanfaatkan internet marketing, khususnya email marketing, dalam membangun bisnisnya.

Inilah tiga cara dari ketiga pembicara ini memanfaatkan content marketing untuk menunjang bisnis mereka masing-masing.

Lanjutkan membaca 3 Cara Memanfaatkan Content Marketing untuk Bisnis: Review 1st Jakarta Content Marketing Meetup

Bagaimana Strategi Digital Marketing Menghasilkan 1 Milyar Rupiah dalam 1 Bulan (Hint: Gerakan Sosial)

Hati-Untuk-Ammar-Website

Terkisahkan, ada seorang bayi, anak seorang guru SD di kota Depok, yang menderita penyakit hati yang langka. Kulit dan matanya menguning, kotorannya memutih, dan perutnya membuncit. Nama penyakitnya atresia bilier, dialami 1 dari 10.000 anak.

Ia harus segera dioperasi dalam dua bulan, khawatir kondisinya semakin memburuk. Namun biaya operasi yang mencapai 900 juta rupiah adalah jumlah yang sangat banyak bagi orang tua Ammar yang sederhana. Bahkan BPJS serta bantuan banyak pihak selama ini belum mencapai separuh jumlah yang dibutuhkan.

Takdir menentukan bahwa datanglah sekumpulan relawan yang tergerak membantu orang tua Ammar. Gerakan #HatiUntukAmmar lahir, dengan cara mengumpulkan donasi yang amat tidak biasa. Selain dengan metode offline seperti biasa, mereka juga menggunakan strategi digital marketing yang mereka kuasai untuk meningkatkan awareness dan mengumpulkan dana untuk Ammar.

Hasilnya, target 900 juta rupiah tercapai hanya dalam waktu 1 bulan! Isu ini juga berhasil diangkat ke berbagai media nasional.

Di postingan ini, saya berbincang lewat email dengan M. Maula Nuruddin Al Haq, salah seorang inisiator gerakan ini, yang merupakan seorang pemain aktif di dunia internet marketing. Saya ingin menggali khususnya mengenai strategi digital marketing yang digunakan dalam gerakan Hati untuk Ammar.

Lanjutkan membaca Bagaimana Strategi Digital Marketing Menghasilkan 1 Milyar Rupiah dalam 1 Bulan (Hint: Gerakan Sosial)

Darimana Traffic (Kunjungan) ke Website Kita Berasal? Apa Itu Traffic Sources?

Antrean Pengunjung

Ada sebuah restoran sushi di salah satu mall terkemuka di Jakarta. Selain berasal dari pengunjung mall, konsumen restoran sushi ini juga berasal dari pembaca majalah, karena sang pemilik juga mengiklankan restorannya di majalah-majalah lifestyle maupun kuliner.

Meski restoran ini sudah buka sejak beberapa tahun lalu, baru dua bulan belakangan pengunjungnya “meledak”, tepatnya setelah restoran sushi ini memiliki sertifikat halal dari MUI. Tanpa pemilik restoran sadari sebelumnya, ternyata banyak pelanggan baru yang datang dari rekomendasi temannya, karena tidak banyak restoran sushi yang halal di Jakarta. Sang pemilik pun menghentikan penayangan iklannya di majalah karena sudah tidak efektif lagi mendatangkan pelanggan baru.

Sama seperti cerita restoran sushi ini yang memiliki pelanggan dari berbagai sumber (pengunjung mall, iklan majalah, dan mulut-ke-mulut), sebuah website juga seperti itu. Traffic atau pengunjung website juga datang dari berbagai sumber.

Setidaknya ada beberapa sumber traffic yang paling umum ada.

Apa saja itu?

Meningkatkan Traffic Hingga 2-3 Kali Lipat dalam 30 Hari, Tanpa Biaya! (Studi Kasus)

Peluncuran Roket

Content is the king.

Sering sekali, kita merasa sudah menulis dengan sepenuh hati dan menghasilkan tulisan yang oke punya, eh tapi akhirnya sangat sedikit yang membaca dan komentar. Rasanya sia-sia menghabiskan berjam-jam melakukan riset bahan tulisan dan menulisnya. Saya sih sering begitu T_T *garuk-garuk tanah di pojokan*

Content is the king, but content distribution is the queen.

Nah, bagaimana caranya kita melakukan promosi dan distribusi konten kita hingga blog kita mendapatkan kunjungan dari pembaca yang sangat kita inginkan?

Dua artikel berikut ini menceritakan studi kasus di blog mereka masing-masing, bagaimana mereka mendapatkan traffic ke blog mereka masing-masing hingga 2-3 kali lipat dalam 14 – 30 hari, tanpa biaya.

1. Link Building Case Study: How I Increased My Search Traffic by 110% in 14 Days

2. Case Study: How I Increased Traffic 272% In 30 Days (Without Spending A Penny)

Mereka menggunakan strategi yang dinamakan The Skycraper Technique, terdiri dari hanya tiga langkah:

  1. Mencari ide postingan? “Curi” ide dari postingan yang sudah ada & sudah populer terlebih dahulu
  2. Tulis postingan yang jauh lebih bagus dari postingan yang sudah ada itu
  3. Sebarkan postingan itu ke orang-orang yang tepat. Ini langkah yang paling penting.

Blogpost yang pertama memanfaatkan link building dari orang-orang yang punya website dengan topik yang sama dengan kita, tertarik dengan apa yang kita tulis, dan pernah melink postingan sejenis sebelumnya. Lalu kita email pemilik website-website itu, menceritakan postingan yang baru kita tulis.

Jika tertarik, mereka akan memasukkan link ke tulisan kita di website mereka. Kita pun berhasil “mencuri” traffic berkualitas dari website mereka!

Blogpost kedua melengkapi taktik sebelumnya dengan cara seperti lewat grup LinkedIn, mengontak orang lewat social media atau forum yang tertarik dengan konten kita, forum marketing, weekly roundup, menjadwalkan posting di social media, dan sebagainya.

Baca deh kedua link itu. Worth to read and try! 

Saya mau mencoba melakukan hal itu, setelah berhasil, akan saya tuliskan hasilnya di sini 🙂

Photo Credit: Stuck in Customs via Compfight cc

Call to Action

Kenapa Harus Berkarier di Bidang Digital atau Online Marketing?

Thinking

Seringkali, manusia memikirkan pertanyaan-pertanyaan filosofis dalam hidupnya. Misalnya, “apa arti hidup?” dan juga “kenapa kita hidup?”

Pertanyaan ‘berat’ semacam ini juga bisa ditanyakan pada berbagai hal dalam hidup, misalnya dalam profesi atau karier. Kenapa jadi dokter? Untuk menyelamatkan nyawa manusia. Kenapa jadi guru? Untuk mendidik & menransfer ilmu pengetahuan. Kenapa jadi pegawai negeri? Untuk mengabdi kepada bangsa ini.

Nah, kenapa berkarier di bidang digital marketing?

Beberapa tahun nyemplung di dunia ini, sejujurnya saya tidak pernah sekalipun memikirkan pertanyaan itu. Saya pernah punya usaha bareng-bareng, sebuah web consultant & web hosting, yang diakuisisi perusahaan lain lalu kami exit. Kemudian saya bekerja di perusahaan pendidikan dan mengembangkan digital marketingnya. Berikutnya saya bekerja di digital agency khusus search engine marketing.

Tapi saya sama sekali tidak pernah memikirkan mengapa saya memilih jalan ini.

Tadi siang, tiba-tiba pertanyaan ini keluar. Langsung bersama jawabannya. Dan saya mau berbagi jawaban atas pertanyaan filosofis itu di postingan ini. 

Lanjutkan membaca Kenapa Harus Berkarier di Bidang Digital atau Online Marketing?

(Fun) Bagaimana Jika Digital Advertising Menargetkan Satu Orang Saja?

reklame-bkkbn

Ada sebuah reklame besar terpasang di pinggir jalan ramai di Jakarta. Reklame tersebut bertuliskan “2 Anak Lebih Baik”, sebuah kampanye sosial dari BkkbN. Semua orang yang lewat melihat reklame itu, dari anak kecil, kakek-nenek yang sudah punya cucu, pasangan suami istri betulan, jomblo ngenes, sampe cabe-cabean.

Jika sebuah perusahaan memasang iklan di reklame jalan raya, dia beriklan ke semua orang. Padahal pesan iklan tersebut sebenarnya ditargetkan ke segmen tertentu dari masyarakat, yang biasa kita sebut target pasar. Apa yang terjadi jika kita beriklan ke semua orang? Budget menjadi tidak efisien, karena tidak semua orang menjadi target pasar kita. Memasang reklame seperti itu harganya puluhan juta loh.

Nah, di sinilah keunggulan pemasaran digital alias digital advertising dibanding periklanan konvensional: kemampuannya untuk menargetkan target pasar sesuai dengan kriteria yang kita tentukan. Kita bisa menargetkan iklan kita hanya tampil bagi orang-orang yang berusia sekian hingga sekian saja, hanya bagi orang yang sudah pernah mengunjungi website kita saja (halo remarketing!), hanya bagi orang-orang yang suka bola saja, hanya tampil saat orang mencari tentang hal tertentu saja, bisa tampil di jam-jam tertentu saja, dan masih banyak lagi kombinasinya. Efeknya, budget akan lebih terjangkau!

Dari dulu saya hanya tahu bahwa digital advertising itu digunakan untuk menargetkan sebanyak-banyaknya orang yang sesuai dengan kriteria target pasar kita. Pasang iklan Facebook, supaya banyak orang yang likes. Pasang iklan di Google, supaya banyak orang membeli.

Tapi saya tidak pernah menyangka, digital advertising ternyata bisa digunakan untuk menargetkan satu orang. Yang dibutuhkan cuma kreativitas dan imajinasi tingkat dewa! Apa yang baru saja saya baca dan akan saya share di bawah, benar-benar mindblown.

Ternyata digital advertising bisa ditargetkan untuk satu orang saja!

Waw, seperti apa tuh?