Kenapa Harus Berkarier di Bidang Digital atau Online Marketing?

Thinking

Seringkali, manusia memikirkan pertanyaan-pertanyaan filosofis dalam hidupnya. Misalnya, “apa arti hidup?” dan juga “kenapa kita hidup?”

Pertanyaan ‘berat’ semacam ini juga bisa ditanyakan pada berbagai hal dalam hidup, misalnya dalam profesi atau karier. Kenapa jadi dokter? Untuk menyelamatkan nyawa manusia. Kenapa jadi guru? Untuk mendidik & menransfer ilmu pengetahuan. Kenapa jadi pegawai negeri? Untuk mengabdi kepada bangsa ini.

Nah, kenapa berkarier di bidang digital marketing?

Beberapa tahun nyemplung di dunia ini, sejujurnya saya tidak pernah sekalipun memikirkan pertanyaan itu. Saya pernah punya usaha bareng-bareng, sebuah web consultant & web hosting, yang diakuisisi perusahaan lain lalu kami exit. Kemudian saya bekerja di perusahaan pendidikan dan mengembangkan digital marketingnya. Berikutnya saya bekerja di digital agency khusus search engine marketing.

Tapi saya sama sekali tidak pernah memikirkan mengapa saya memilih jalan ini.

Tadi siang, tiba-tiba pertanyaan ini keluar. Langsung bersama jawabannya. Dan saya mau berbagi jawaban atas pertanyaan filosofis itu di postingan ini. 

Lanjutkan membaca Kenapa Harus Berkarier di Bidang Digital atau Online Marketing?

Iklan

(Fun) Bagaimana Jika Digital Advertising Menargetkan Satu Orang Saja?

reklame-bkkbn

Ada sebuah reklame besar terpasang di pinggir jalan ramai di Jakarta. Reklame tersebut bertuliskan “2 Anak Lebih Baik”, sebuah kampanye sosial dari BkkbN. Semua orang yang lewat melihat reklame itu, dari anak kecil, kakek-nenek yang sudah punya cucu, pasangan suami istri betulan, jomblo ngenes, sampe cabe-cabean.

Jika sebuah perusahaan memasang iklan di reklame jalan raya, dia beriklan ke semua orang. Padahal pesan iklan tersebut sebenarnya ditargetkan ke segmen tertentu dari masyarakat, yang biasa kita sebut target pasar. Apa yang terjadi jika kita beriklan ke semua orang? Budget menjadi tidak efisien, karena tidak semua orang menjadi target pasar kita. Memasang reklame seperti itu harganya puluhan juta loh.

Nah, di sinilah keunggulan pemasaran digital alias digital advertising dibanding periklanan konvensional: kemampuannya untuk menargetkan target pasar sesuai dengan kriteria yang kita tentukan. Kita bisa menargetkan iklan kita hanya tampil bagi orang-orang yang berusia sekian hingga sekian saja, hanya bagi orang yang sudah pernah mengunjungi website kita saja (halo remarketing!), hanya bagi orang-orang yang suka bola saja, hanya tampil saat orang mencari tentang hal tertentu saja, bisa tampil di jam-jam tertentu saja, dan masih banyak lagi kombinasinya. Efeknya, budget akan lebih terjangkau!

Dari dulu saya hanya tahu bahwa digital advertising itu digunakan untuk menargetkan sebanyak-banyaknya orang yang sesuai dengan kriteria target pasar kita. Pasang iklan Facebook, supaya banyak orang yang likes. Pasang iklan di Google, supaya banyak orang membeli.

Tapi saya tidak pernah menyangka, digital advertising ternyata bisa digunakan untuk menargetkan satu orang. Yang dibutuhkan cuma kreativitas dan imajinasi tingkat dewa! Apa yang baru saja saya baca dan akan saya share di bawah, benar-benar mindblown.

Ternyata digital advertising bisa ditargetkan untuk satu orang saja!

Waw, seperti apa tuh?