Darimana Traffic (Kunjungan) ke Website Kita Berasal? Apa Itu Traffic Sources?

Antrean Pengunjung

Ada sebuah restoran sushi di salah satu mall terkemuka di Jakarta. Selain berasal dari pengunjung mall, konsumen restoran sushi ini juga berasal dari pembaca majalah, karena sang pemilik juga mengiklankan restorannya di majalah-majalah lifestyle maupun kuliner.

Meski restoran ini sudah buka sejak beberapa tahun lalu, baru dua bulan belakangan pengunjungnya “meledak”, tepatnya setelah restoran sushi ini memiliki sertifikat halal dari MUI. Tanpa pemilik restoran sadari sebelumnya, ternyata banyak pelanggan baru yang datang dari rekomendasi temannya, karena tidak banyak restoran sushi yang halal di Jakarta. Sang pemilik pun menghentikan penayangan iklannya di majalah karena sudah tidak efektif lagi mendatangkan pelanggan baru.

Sama seperti cerita restoran sushi ini yang memiliki pelanggan dari berbagai sumber (pengunjung mall, iklan majalah, dan mulut-ke-mulut), sebuah website juga seperti itu. Traffic atau pengunjung website juga datang dari berbagai sumber.

Setidaknya ada beberapa sumber traffic yang paling umum ada.

Apa saja itu?

Apa Arti Goal Conversion atau Konversi?

IMG_2415-1

Dalam dunia digital marketing, salah satu istilah paling penting adalah konversi atau goal conversion. Apa sebenarnya artinya?

Coba bayangkan kita adalah pemilik toko buku Gramedia yang ramai disinggahi pengunjung. Ada yang datang untuk melihat-lihat, ada yang akhirnya membeli. Sebagai pemilik toko, apa yang kita harapkan dari para pengunjung? Tentu saja mereka membeli buku yang dijual di toko kita.

Jika toko buku ibarat website, maka pengunjungnya adalah ibarat web users/visitors. Sebagian visitors hanya melihat-lihat, sebagian lagi melakukan aksi yang kita harapkan, yaitu membeli.

Nah, itulah arti goal conversion, yaitu tindakan yang kita harapkan pengunjung/visitors lakukan saat berada di website kita.

Lanjutkan membaca Apa Arti Goal Conversion atau Konversi?

Apa Itu “Digital Analytics” dan Mengapa Kita Harus Memahaminya? Lalu Apa Itu “Google Analytics”?

My Files

Kemampuan memahami digital analytics adalah satu kemampuan yang wajib dimiliki oleh setiap profesional dalam bidang digital marketing. Google Analytics sendiri adalah salah satu digital analytics tools yang harus dikuasai oleh setiap profesional.

Mengapa?

Karena digital marketing berjalan di atas data kuantitatif yang bisa diukur. Analytics memberikan kita alat untuk melihat data itu dan menganalisanya, untuk menjadikan landasan dalam keputusan digital marketing kita ke depannya.

Mengapa Digital Analytics?

Pernah mendengar anekdot berikut ini? “Half the money I spend on advertising is wasted; the trouble is I don’t know which half.”

Kalimat itu konon diucapkan oleh John Wanamaker, seorang pengusaha retail Amerika Serikat yang dianggap sebagai pionir dalam bidang advertising dan marketing. Ia adalah pengusaha retail pertama yang memasang iklan setengah halaman di koran pada tahun 1874, dan yang pertama pula memasang iklan satu halaman penuh di tahun 1879.

Jika kita melakukan aktivitas marketing dalam bentuk iklan di koran (beserta iklan di media non-digital lainnya seperti TV, radio, majalah, dan sebagainya), kita tidak tahu secara persis bagaimana hasil dari iklan yang kita pasang. Apakah penjualan kita bertambah? Kita cuma bisa memperkirakan, atau melihat hasil survei pihak ketiga (misalnya Nielsen untuk TV) untuk mengetahui hasilnya.

Ini berbeda 100% dengan digital marketing. Teknologi memungkinkan kita untuk melihat hasil dari seluruh aktivitas pemasaran kita.

Kita bisa tahu berapa banyak pengunjung baru di website kita, berapa jumlah followers yang bertambah, berapa kali video kita ditonton, berapa banyak apps kita didownload, dan sebagainya.

Di sinilah peran dari digital analytics: mengetahui data A-Z dari semua aktivitas pemasaran kita.

Lanjutkan membaca Apa Itu “Digital Analytics” dan Mengapa Kita Harus Memahaminya? Lalu Apa Itu “Google Analytics”?

Mana Channel Digital Marketing yang Memberikan Hasil Terbaik? (Intro ke Multi-Channel Attribution Model)

Note: Di kategori TIL (Today I Learned), saya mau berbagi hal menarik dalam digital marketing yang hari ini baru saya baca atau pelajari, beserta link tulisan yang saya baca untuk teman-teman baca sendiri. 

Siang ini, setelah Jum’atan, pekerjaan saya hari ini sudah saya selesaikan. Daripada bengong atau cuma nonton YouTube doang, mendingan belajar belajar! Ya, dunia digital marketing sangat luas, kalau tidak belajar setiap hari, ya ketinggalan dong 😉

Saya sudah subscribe ke beberapa blog yang menarik buat saya (yang saya mention di postingan sebelumnya), dan sebuah email menarik perhatian saya. Email itu mengarah ke e-book judulnya: valuing digital marketing channel with attribution models.

Saya mengenal attribution model saat belajar di Google Analytics Academy (ini kuliah online dengan video untuk belajar memahami digital analytics, dan GRATIS pula! teman-teman harus ikut nih), tapi saya belum benar-benar yakin apa maksudnya. Makanya saya baca deh e-book itu.

Itu e-book yang cukup panjang, tapi insight-nya membuka mata saya mengenai pentingnya memahami mana channel digital marketing yang memberikan hasil yang signifikan untuk perusahaan. Mana channel digital marketing overvalued (dianggap penting padahal riil-nya tidak), mana yang undervalued. Di e-book itu mereka memberi langkah-langkah untuk kita lakukan sendiri untuk membandingkan apakah ada digital marketing channel yang overvalued/undervalued.

Saya lalu mencoba menganalisis multi-channel attribution model pada website kantor tempat saya bekerja. Hasilnya, saya makin bingung mengenai multi-channel attribution model, hahaha.

Akhirnya saya Googling dan masuklah ke artikelnya Avinash Kaushik sang digital analytics guru Multi-Channel Attribution: Definitions, Models and a Reality Check.

Avinash Kaushik memang keren. Gaya penulisannya ringan, padahal topiknya sangat berat. Dari sana, barulah saya memahami duduk permasalahan sebenarnya.

Lanjutkan membaca Mana Channel Digital Marketing yang Memberikan Hasil Terbaik? (Intro ke Multi-Channel Attribution Model)