Menggunakan Iklan Google Itu Mahal dan Nggak Menguntungkan! Benarkah?

Halo kawan-kawan, lama juga ya saya tidak mengupdate blog ini hehe. Di postingan kali ini, saya akan menjawab pertanyaan tentang digital marketing yang masuk ke email saya.

Seandainya teman-teman punya pertanyaan apapun mengenai digital marketing, silakan alamatkan ke email saya ilmanakbar at gmail dot com ya ūüôā

Pertanyaan

Perkenalkan saya Yanto.. Saya memiliki pertanyaan yg ingin saya tanyakan, saya sudah berusaha mencari jawabannya di Google selama berbulan-bulan tapi belum menemukan, mungkin mas Ilman berkenan berbagi pengalaman mas dengan saya..

Umumnya conversion rate menjadi sales adalah 0,5% Р2% dari jumlah pengunjung website (ini angka yang umum). Dari conversion rate 0,5 Р2% ini seharusnya tidak menguntungkan untuk pengiklan Google ads. Di mana rata-rata harga yang dibayarkan per kliknya (cost per click) adalah 5.000 Р25.000 rupiah.. Contohnya dari 1.000 clicks cuman menghasilkan 5 Р20 penjualan. Sementara nilai yg kita bayarkan ke google sudah +/- 5 juta rupiah. Misalnya tiap sale mendatangkan profit 150.000 , berarti profit dari 20 sales tadi cuman sekitar 3 juta..

Mohon bimbingan mas Ilman, bagaimana perusahaan e-commerce seperti Traveloka, Lazada, Zalora, dan sebagainya bisa mendapatkan keuntungan bila mengunakan Google Ads.

Lanjutkan membaca Menggunakan Iklan Google Itu Mahal dan Nggak Menguntungkan! Benarkah?

Iklan

(Fun) Bagaimana Jika Digital Advertising Menargetkan Satu Orang Saja?

reklame-bkkbn

Ada sebuah reklame¬†besar terpasang di pinggir jalan¬†ramai di Jakarta. Reklame tersebut bertuliskan “2 Anak Lebih Baik”, sebuah¬†kampanye sosial dari BkkbN. Semua orang yang lewat melihat reklame itu, dari anak kecil, kakek-nenek yang sudah punya cucu, pasangan suami istri betulan, jomblo ngenes, sampe cabe-cabean.

Jika sebuah perusahaan memasang iklan di reklame jalan raya, dia beriklan ke semua orang. Padahal pesan iklan tersebut sebenarnya ditargetkan ke segmen tertentu dari masyarakat, yang biasa kita sebut target pasar. Apa yang terjadi jika kita beriklan ke semua orang? Budget menjadi tidak efisien, karena tidak semua orang menjadi target pasar kita. Memasang reklame seperti itu harganya puluhan juta loh.

Nah, di sinilah keunggulan pemasaran digital alias digital advertising dibanding periklanan konvensional: kemampuannya untuk menargetkan target pasar sesuai dengan kriteria yang kita tentukan. Kita bisa menargetkan iklan kita hanya tampil bagi orang-orang yang berusia sekian hingga sekian saja, hanya bagi orang yang sudah pernah mengunjungi website kita saja (halo remarketing!), hanya bagi orang-orang yang suka bola saja, hanya tampil saat orang mencari tentang hal tertentu saja, bisa tampil di jam-jam tertentu saja, dan masih banyak lagi kombinasinya. Efeknya, budget akan lebih terjangkau!

Dari dulu saya hanya tahu bahwa digital advertising itu digunakan untuk menargetkan sebanyak-banyaknya orang yang sesuai dengan kriteria target pasar kita. Pasang iklan Facebook, supaya banyak orang yang likes. Pasang iklan di Google, supaya banyak orang membeli.

Tapi saya tidak pernah menyangka, digital advertising ternyata bisa digunakan untuk menargetkan satu orang. Yang dibutuhkan cuma kreativitas dan imajinasi tingkat dewa! Apa yang baru saja saya baca dan akan saya share di bawah, benar-benar mindblown.

Ternyata digital advertising bisa ditargetkan untuk satu orang saja!

Waw, seperti apa tuh?

[Infografis] Strategi Meningkatkan Revenue dengan Menggunakan Remarketing

Minggu lalu kita sudah mengenal makhluk yang selalu mengikuti kita ke seluruh penjuru internet, namanya remarketing/retargeting.

Minggu ini, saya mau membagi infografis sangat menarik dari Quicksprout mengenai strategi menggunakan remarketing untuk meningkatkan revenue kita.

Tips dan Strategi Remarketing (copyright by Quicksprout). Klik untuk gambar lebih besar
Tips dan Strategi Remarketing (copyright by Quicksprout). Klik untuk gambar lebih besar

Beberapa strategi yang bisa digunakan dengan remarketing:

  • Menampilkan kategori produk. Jadi pengunjung yang telah melihat-lihat satu produk di website kita (misalnya handphone), juga ikut melihat handphone lain.
  • Remarketing bagi yang belum menyelesaikan¬†shopping cart-nya.
  • Upsell.¬†Menampilkan produk lain yang lebih mahal.

Nah, strategi remarketing seperti apa yang telah teman-teman gunakan?

Call to Action

Apa Arti Goal Conversion atau Konversi?

IMG_2415-1

Dalam dunia digital marketing, salah satu istilah paling penting adalah konversi atau goal conversion. Apa sebenarnya artinya?

Coba bayangkan kita adalah pemilik toko buku Gramedia yang ramai disinggahi pengunjung. Ada yang datang untuk melihat-lihat, ada yang akhirnya membeli. Sebagai pemilik toko, apa yang kita harapkan dari para pengunjung? Tentu saja mereka membeli buku yang dijual di toko kita.

Jika toko buku ibarat website, maka pengunjungnya adalah ibarat web users/visitors. Sebagian visitors hanya melihat-lihat, sebagian lagi melakukan aksi yang kita harapkan, yaitu membeli.

Nah, itulah arti goal conversion, yaitu tindakan yang kita harapkan pengunjung/visitors lakukan saat berada di website kita.

Lanjutkan membaca Apa Arti Goal Conversion atau Konversi?

Pernah “Dihantui” Iklan yang Terus “Mengikuti” Kita? Itulah Remarketing/Retargeting

Pernahkah teman-teman merasa¬†“dihantui” atau¬†“diikuti” oleh iklan dari¬†website tertentu saat sedang browsing di web?¬†Membuka Facebook, muncul iklan Lazada. Membuka Detik, iklan Lazada¬†muncul lagi. Buka 9gag, ada lagi itu iklan Lazada. Pas nonton YouTube, eh ada lagi iklan Lazada!

Kaya banget Lazada, bisa memasang iklan di berbagai website di seluruh dunia begitu. Mana nggak cuma Lazada, ada Traveloka, Agoda, Zalora, Bhinneka, PegiPegi, semua e-commerce besar pasang iklan di seluruh dunia! Mungkin itu yang teman-teman pikirkan ya.

Nah, sebenarnya teman-teman kena “jebak” salah satu strategi di periklanan digital yang disebut¬†remarketing.

Kalau berikutnya mengalami hal itu lagi, coba minta temanmu di komputer sebelah, membuka website yang sama denganmu. Kemungkinan besar, dia tidak melihat banner Lazada, karena dia tidak membuka Lazada seperti teman-teman.

Lanjutkan membaca Pernah “Dihantui” Iklan yang Terus “Mengikuti” Kita? Itulah Remarketing/Retargeting

Infografis: Bagaimana Lelang (Bidding) di Google AdWords Bekerja

Bayangkan kita adalah seorang direktur pemasaran dari perusahaan yang mau mendapatkan pelanggan baru. Perusahaan memutuskan untuk beriklan di majalah atau TV. Bagaimana cara memasang iklan di sana?

Sederhana. Kita tinggal menyiapkan materi iklannya (desain untuk majalah, atau video untuk TV), lalu menghubungi majalah atau stasiun TV itu, membayar sekian juta rupiah. Voila! Lalu iklan kita tayang di sana. Mau iklannya bagus atau bikin ketawa (seperti iklan Mastin xD), mau yang jadi pembeli banyak atau sedikit, pokoknya kita harus bayar sekian juta rupiah dulu baru iklan tayang.

Bedanya dengan Digital Advertising/Periklanan Digital

Berbeda dengan periklanan di media tradisional seperti majalah/TV itu, periklanan digital (digital advertising) punya metode yang jauh berbeda. Salah satu metode yang paling umum adalah Pay per click alias PPC advertising. 

Apa itu PPC Advertising?