Apa Arti Goal Conversion atau Konversi?

IMG_2415-1

Dalam dunia digital marketing, salah satu istilah paling penting adalah konversi atau goal conversion. Apa sebenarnya artinya?

Coba bayangkan kita adalah pemilik toko buku Gramedia yang ramai disinggahi pengunjung. Ada yang datang untuk melihat-lihat, ada yang akhirnya membeli. Sebagai pemilik toko, apa yang kita harapkan dari para pengunjung? Tentu saja mereka membeli buku yang dijual di toko kita.

Jika toko buku ibarat website, maka pengunjungnya adalah ibarat web users/visitors. Sebagian visitors hanya melihat-lihat, sebagian lagi melakukan aksi yang kita harapkan, yaitu membeli.

Nah, itulah arti goal conversion, yaitu tindakan yang kita harapkan pengunjung/visitors lakukan saat berada di website kita.

Goal Conversion = Tujuan Bisnis Kita

Lebih jauh, goal conversion merupakan pengejawantahan *tsah bahasanya* dari objektif atau tujuan bisnis kita. Saat pengunjung melakukan sebuah tindakan yang menjadi konversi, pengunjung itu berkontribusi pada tercapainya tujuan bisnis kita.

Sebuah toko online, tujuan bisnisnya adalah penjualan/sales, maka konversinya adalah ke penjualan.

Sebuah perusahaan yang menjual alat berat misalnya, tujuan bisnisnya adalah menjual peralatan yang mahal itu ke target yang tepat. Maka konversinya adalah data dari prospek.

Sebuah situs informasi/media memiliki majalah online atau ebook, tentu ingin dibaca sebanyak-banyaknya orang. Maka konversinya adalah download.

Artinya, salah satu cara untuk mengetahui tingkat keberhasilan bisnis kita adalah dengan mengukur seberapa banyak konversi yang terjadi.

Tentukan dulu tujuan bisnis perusahaan yang ingin dicapai lewat website, lalu tentukan apa indikator atau goal yang mau diukur dari website kita. Indikator itulah yang dijadikan goal conversion.

Bentuk Conversion yang Umum

Ini bentuk-bentuk konversi atau goal conversion yang umum ada, berdasarkan jenis website yang umum pula:

E-commerce/Toko Online

  • Sales/penjualan
  • Download katalog
  • User registration

Company Profile

  • Mengisi data (prospek)
  • Download brosur/katalog

Media/Situs Berita

  • Email newsletter subscribe
  • Social media interaction (share, like)
  • Komentar

Multimedia Site

  • Play music/video
  • User registration
  • Social media interaction (share, like)

Ingat: tentukan dulu apa tujuan bisnis perusahaan yang ingin dicapai lewat website, baru tentukan indikator atau goal conversion-nya.

Micro dan Macro Conversion

Seringkali, sebuah perusahaan memiliki tujuan bisnis yang bermacam-macam.

Misalnya toko online tadi, dia tentu saja ingin mendapatkan penjualan. Tapi dia juga ingin supaya banyak orang engeh atau mengenal usaha dan produk-produknya. Dia ingin katalog produknya supaya banyak didownload. Dia juga ingin calon pembelinya mengetahui setiap kali dia mengupload produk-produk baru melalui email.

Artinya, toko online ini punya 3 tujuan bisnis:

  1. Pengunjung membeli produknya
  2. Pengunjung mendownload katalog produk
  3. Pengunjung memasukkan alamat emailnya.

Tujuan bisnis yang utama, di no.1 disebut macro conversion, sedangkan yang no. 2 dan 3 disebut micro conversion.

Micro conversion adalah konversi ‘antara’ atau konversi kecil sebelum terjadinya konversi yang utama, yaitu yang menjadi macro conversion.

Tentang Conversion Rate & Cara Mengukur Conversions

Bagaimana kita tahu bahwa tujuan bisnis kita sudah tercapai atau belum? Kalau belum, seberapa jauh jaraknya, dan bagaimana cara meningkatkannya? Untuk menjawab hal-hal tersebut, inilah pentingnya memahami digital analytics.

Salah satu indikator atau metriks yang penting kita pantau adalah conversion rate. Arti gampangnya: berapa % pengunjung yang melakukan konversi (tujuan bisnis yang kita harapkan) dibandingkan seluruh pengunjung?

Umumnya, dari pengalaman saya sendiri, conversion rate itu antara 0,1% hingga sekitar 2%. Bisa lebih tinggi bagi website yang sudah sangat terpercaya atau sangat mudah/mendorong untuk terjadinya konversi. Bisa lebih rendah kalau websitenya buruk (saya harus ngapain nih di sini?).

Jumlah konversi dan conversion rate bisa kita lihat di analytics tools yang biasa kita pakai, misalnya Google Analytics.

Ini langkah-langkah secara umum, cara detailnya beserta screenshot insya Allah saya tuliskan kapan-kapan:

  1. Tentukan dulu tujuan bisnis & apa indikator goal yang mau diukur
  2. Buka panel admin Google Analytics, lalu lakukan pengaturan/setting goal. Ujicoba dulu untuk mengetahui apakah setting kita sudah benar
  3. Selesai, dan tunggu data terkumpul keesokan harinya.

Setelah kita mengatur setting goal conversion di Google Analytics dan data sudah terkumpul, kita bisa tahu banyak hal atau data. Misalnya, sumber traffic mana yang menghasilkan konversi tertinggi, daerah mana yang paling mendatangkan penjualan, hingga jam berapa konversi banyak terjadi. Data-data ini bisa dianalisis untuk mengoptimalkan website kita, supaya conversion rate kita semakin tinggi.

Semakin Tinggi Conversion Rate, Semakin Bagus?

Jawabannya: YA.

Conversion rate 1% berarti satu dari seratus orang pengunjung website membeli produk kita. Jika bisa kita naikkan jadi 2% misalnya, artinya omset kita naik dua kali lipat, padahal pengunjung sama jumlahnya.

Untuk meningkatkan conversion rate, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan. Secara umum, adalah:

1. Kualitas traffic

Kalau kita mempromosikan website kita ke tempat yang salah, walaupun banyak pengunjungnya, konversinya akan rendah. Misalkan website kita berjualan produk aksesoris motor, tapi dipromosikan ke komunitas ibu-ibu. Ya nggak nyambung bukan?

2. Kualitas website atau landing page

Jika traffic sudah sesuai dengan market kita tapi konversi tetap rendah, yang perlu diperbaiki sekarang kualitas websitenya. Ada website yang memusingkan navigasinya, ada website yang informasinya tidak jelas apa, ada juga website yang tombol konversinya tersembunyi. Banyak sekali ‘dosa’ dari website yang menyebabkan conversion rate rendah.

Di tulisan-tulisan berikutnya, insya Allah saya sampaikan cara untuk mendapatkan traffic berkualitas, dan cara meningkatkan conversion rate dari website kita.

Mudah-mudahan teman-teman jadi memahami mengenai goal conversion dan pentingnya mengukur itu ya. Karena good business = good conversion rate.

Call to Action

Iklan

15 thoughts on “Apa Arti Goal Conversion atau Konversi?

  1. Saya sangat suka membaca blog Ilman dan sering menunggu update:) Sangat masuk akal. Kebetulan saya juga bekerja di bagian digital marketing. Bisakah kita berbincang2 via YM. Kebetulan saya mau menanyakan tingkat konversi produk di perusahaan dimana saya bekerja.
    Terima kasih

    Suka

  2. Semoga belum telat untuk komentar disini. Soalnya postingnya udah lama tapi rasanya masih relevan bgt sampe skr. Terima kasih infonya..sebelumnya sy blm tau apa itu goal dan convertion rate. Maklum. Blm lama mncoba jadi blogger

    Suka

Bagaimana Menurutmu? Komentar Ya! :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s