Pernah “Dihantui” Iklan yang Terus “Mengikuti” Kita? Itulah Remarketing/Retargeting

Pernahkah teman-teman merasa “dihantui” atau “diikuti” oleh iklan dari website tertentu saat sedang browsing di web? Membuka Facebook, muncul iklan Lazada. Membuka Detik, iklan Lazada muncul lagi. Buka 9gag, ada lagi itu iklan Lazada. Pas nonton YouTube, eh ada lagi iklan Lazada!

Kaya banget Lazada, bisa memasang iklan di berbagai website di seluruh dunia begitu. Mana nggak cuma Lazada, ada Traveloka, Agoda, Zalora, Bhinneka, PegiPegi, semua e-commerce besar pasang iklan di seluruh dunia! Mungkin itu yang teman-teman pikirkan ya.

Nah, sebenarnya teman-teman kena “jebak” salah satu strategi di periklanan digital yang disebut remarketing.

Kalau berikutnya mengalami hal itu lagi, coba minta temanmu di komputer sebelah, membuka website yang sama denganmu. Kemungkinan besar, dia tidak melihat banner Lazada, karena dia tidak membuka Lazada seperti teman-teman.

Apa Itu Remarketing?

Kata Google nih:

Remarketing is a feature that lets you reach people who have previously visited your site, and show them relevant ads across the web or when they search on Google. When people leave your site without buying anything, for example, remarketing helps you connect with these potential customers again. Google AdWords – Using remarketing to reach people who visited your site or app 

Gampangnya: ini adalah fitur dari periklanan digital yang memungkinkan kita menampilkan iklan hanya ke orang yang pernah mengenal kita (atau masuk ke website kita).

Oh iya, nama lain remarketing adalah retargeting.

Kenapa Menggunakan Remarketing?

Penelitian Forrester tahun 2010 mengatakan, 96% pengunjung website pergi begitu saja. Masih kata Forrester, 70% pengunjung website meninggalkan keranjang belanjanya dan nggak menyelesaikan pembeliannya.

Mengapa Remarketing
Mengapa Remarketing

Tujuan remarketing umumnya adalah meningkatkan conversion/konversi sesuai apa yang diharapkan perusahaan lewat websitenya.

Misalnya kita adalah toko online macam Bhinneka, tentu kita ingin membuat pengunjung membeli produk di Bhinneka. Sebagian besar pengunjung Bhinneka jelas tidak membeli produk di Bhinneka saat pertama kali membukanya bukan? Biasanya kita browsing-browsing dulu ke website lain buat membandingkan harga dan spesifikasi.

Nah, kalau Bhinneka mengaktifkan remarketing, mantan pengunjung (ciee mantan nih yee) website Bhinneka akan terus menerus diperlihatkan iklan Bhinneka. Ada kemungkinan sangat besar ia akan mengklik lagi iklan itu dan masuk kembali ke website Bhinneka (ciee baikan nih ye..) *apa sih man*

Kalau sudah masuk kembali ke website Bhinneka, ada kemungkinan lebih besar bagi dia untuk membeli bukan?

Tujuan lain remarketing adalah meningkatkan brand awareness, karena ke manapun mata melihat website, banner ituu terus yang ada.

Bagaimana Cara Mengaktifkan Remarketing?

Detail teknis step by step melakukan remarketing mudah-mudahan bisa diceritakan di tulisan-tulisan setelahnya. Tapi secara umum, kita bisa melakukan remarketing lewat platform iklan paling populer di dunia, yaitu Google & Facebook.

Remarketing dengan Google AdWords

Melalui platform periklanan Google, kita bisa melakukan remarketing untuk display banner (seperti gambar di atas), juga untuk search network ads (alias di situs pencari Google), serta di mobile apps.

Cara lengkapnya terlalu panjang untuk dijelaskan di blogpost ini, tapi bisa dilihat di Google AdWords – Using remarketing to reach people who visited your site or app 

Retargeting dengan Facebook

Sepengetahuan saya (saya tidak berpengalaman menggunakan Facebook Ads), kita tidak bisa langsung melakukan retargeting/remarketing lewat platform periklanan Facebook. Tapi kita bisa menggunakan platform iklan pihak ketiga seperti AdRoll untuk bisa retargeting hingga ke Facebook.

Hasil Beriklan dengan Menggunakan Remarketing

Saya sendiri sudah membuktikan bahwa remarketing memang sangat efektif untuk meningkatkan konversi serta meningkatkan brand awareness.

Ini hasil dari salah satu campaign periklanan klien kantor saya:

  • Conversion rate paling tinggi, sekitar 5%. Rata-rata conversion rate seluruh campaign adalah 1,8% saja.
  • Click through rate (CTR) untuk display banner mencapai 0,3%. Rata-rata CTR seluruh display banner campaign adalah 0,14%.

Performa campaign remarketing itu lebih dari dua kali lipat dari performa campaign periklanan yang non-remarketing!

Yap, itulah perkenalan sekilas mengenai remarketing. Sekarang teman-teman jangan bingung lagi kalau melihat satu website iklannya ada di mana-mana. Karena itu remarketing.

Nah, sekarang giliran teman-teman. Apakah teman-teman sudah menggunakan remarketing/retargeting? Bagaimana hasilnya? Cerita di comments yaaa..

Call to Action

Iklan

4 thoughts on “Pernah “Dihantui” Iklan yang Terus “Mengikuti” Kita? Itulah Remarketing/Retargeting

  1. Wah bener banget nih, kadang bingung juga ada iklan dari Lazada yang promosi barang yang udah dicari di website, Facebook dll, ternyata saya sudah terjebak haha. Tulisannya ringan dan menarik. Terus posting hal yang bermanfaat ya.

    Suka

  2. akhir nya rasa penasaran nya kejawab.
    dulu mikirnya si situs bersangkutan nge inject -in script mereka ke ISP yg kita pake atau nge register IP kita makanya muncul terus di berbagai situs :))

    thank you ya bermanfaat banget artikelnya.

    Suka

Bagaimana Menurutmu? Komentar Ya! :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s